Pekerja Sosial Tuban

masalah sosial – pekerjaan sosial – ilmu sosial

Advokasi dalam pekerjaan sosial

Advokasi yang sudah lazim kita pahami selama ini adalah merujuk dari bahasa Belanda advocaat, advocateur berarti pengacara hukum, pembela. Dalam bahasa Inggris, advocate tidak hanya berarti membela (to defend) tetapi juga berarti memajukan atau mengemukakan (to promote) dengan kata lain juga berarti berusaha menciptakan (to create) sesuatu yang baru, yang belum ada. (The Heritage Dictionary of Current English, Oxford, 1958) Dengan kata lain juga berarti melakukan perubahan (to change) secara terorganisir dan sistematis. (Richard Holloway, Establishing and Running An Advocacy NGO: A Handbook, PACT, Lusaka, 1999)

Tujuan Dan Sasaran Advokasi

Tujuan dan sasaran advokasi  adalah terjadinya perubahan kebijakan publik (isi hukum, tata laksana hukum, budaya hukum).

  1. Isi hukum (content of law), yakni uraian atau penjabaran tertulis dari suatu kebijakan publik yang tertuang dalam bentuk perundang-undangan, peraturan-peraturan dan keputusan-keputusan pemerintah.
  2. Tata laksana hukum (structure of law), yakni semua perangkat kelembagaan dan pelaksana dari sistem hukum yang berlaku.
  3. Budaya hukum (culture of law), yakni persepsi, pemahaman, sikap pemerintah, praktek-praktek pelaksanaan, penafsiran terhadap dua aspek hukum di atas (isi dan tata laksana hukum). Dalam pengertian ini juga mencakup bentuk-bentuk tanggapan (reaksi, response)) masyarakat luas terhadap pelaksanaan isi dan tata laksana hukum tersebut.

Advokasi hanyalah salah satu dari perangkat dan sekaligus proses-proses demokrasi yang dapat dilakukan oleh warga masyarakat untuk mengawasi dan melindungi  kepentingan bagi mereka setidaknya untuk mendapatkan pelayanan minimal dan dalam kaitannya dengan kebijakan publik (public policy) . Advokasi disini adalah dilandaskan pada asumsi perubahan sistem dan struktur kemasyarakatan yang lebih luas dan menyeluruh dapat dilakukan melalui perubahan-perubahan bertahap maju dan semakin membaik (gradual and incremental changes) dalam berbagai kebijakan publik (sebagai suatu sistem pembuatan, pelaksanaan dan pengendalian keputusan-keputusan yang menyangkut kepentingan masyarakat yang lebih luas).

Dengan kata lain advokasi sebenarnya merupakan upaya untuk memperbaiki atau merubah suatu kebijakan publik sesuai dengan kehendak atau kepentingan mereka yang mendesakkan terjadinya perbaikan atau perubahan tersebut.

Pekerjaan advokasi adalah proses yang sangat dinamis mengikuti ritme dan gerak perubahan yang terjadi setiap saat sepanjang masa prosesnya. Suatu rancangan strategi yang telah disiapkan secermat apapun bisa berubah di tengah jalan, karena perubahan-perubahan situasi dan kondisi menghendakinya. Karena itu pemantauan terus menerus terhadap keseluruhan proses advokasi menjadi penting, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, yang menuntut perubahan strategi advokasi yang dijalankan.

Berikut ini empat unsur pokok untuk pemantauan dan evaluasi proses, hasil dan dampak/manfaat dari kegiatan advokasi, yaitu:

  1. Sasaran hasil (objectives), yaitu suatu keadaan tertentu yang ingin dicapai setelah dilaksanakan suatu program,
  2. Indikator, yaitu beberapa petunjuk tertentu yang akan meyakinkan apakah sasaran hasil itu memang sudah atau belum tercapai?
  3. Pengujian (verification), yaitu cara untuk memperoleh bukti-bukti yang menunjukkan bahwa indikator-indikator tersebut memang ada atau tidak,
  4. Asumsi, yaitu suatu keadaan tertentu yang menjadi prasyarat terlaksananya kegiatan yang direncanakan, sehingga indikator-indikator itu bisa terwujud dan sasaran hasil bisa tercapai.

Juli 24, 2011 - Posted by | Usaha-Usaha Kesejahteraan Sosial |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: