Pekerja Sosial Tuban

masalah sosial – pekerjaan sosial – ilmu sosial

Diprotes Warga

Diterima di lingkungan baru bagi seorang pendatang adalah suatu kebanggaan,  setidaknya begitulah yang dirasakan oleh Parmin (bukan nama sebenarnya). Kepindahan Parmin ke Kota Tuban adalah  disebabkan karena istri  Parmin tinggal di daerah itu. Oleh karena Istri Parmin tidak mau  pindah di Kota dimana Parmin tinggal saat itu, maka  untuk menjaga kelangsungan perkawinan mereka, Parmin rela pindah  ke kota Tuban, agar bisa berkumpul dengan anak dan istrinya.

Belum genap satu tahun Parmin tinggal dilingkungan barunya, dalam keputusan rapat warga Parmin telah dipercaya oleh warga dilinmgkungan tersebut untuk menjadi Ketua Rukun Tetangga (disebut Pak RT) di bantu oleh beberapa warga  sebagai Anggota Pengurus. Meskipun  sebenarnya Parmin sendiri agak enggan menerimanya, alasannya adalah karena Parmin belum banyak kenal  dengan orang-rang di lingkungan barunya itu, yang Parmin kenal hanya beberapa orang  satu jalur menuju rumahnya saja. Parmin butuh waktu untuk beradaptasi.  Tetapi di sisi lain Parmin juga tidak mau mengecewakan warga yang sudah menaruh kepercayaan kepadanya. Akhirnya Parmin dengan ketetapan hati menerima  amanat itu.

Hari-hari pertama yang dilakukan Parmin mengumpulkan anggota pengurus untuk mendengar apa yang diharapkan oleh warga, terkait dengan pembangunan lingkungan hubungan sosial dan kegiatan kemasyarakatan lainnya, Parmin tidak melakukan tindakan apapun kecuali mendengan  dan mencatat apa yang menjadi pemikiran  anggota pengurus tersebut dan merangkum dalam suatu kesimpulan. Setelah kesimpulan didapat, maka langkah berikutnya adalah mengundang seluruh kepala Keluarga dilingkungan tersebut untuk diajak rapat.

Seluruh Kepala Keluarga dilingkungan tersebut  berkumpul dirumah Parmin sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.  Setelah semuanya berkumpul Parmin sebagai Ketua lingkungan  membuka rapat dan memberi kata sambutan. Selanjutnya salah satu pengurus menyampaikan hasil kesimpulan rapat Pengurus untuk dibahas oleh warga yang hadir.

Hasil keputusan rapat  Pengurus lingkungan beserta warga  disimpulkan antara lain: Perbaikan sarana jalan, perbaikan saluran air, penerangan lingkungan, perbaikan rumah warga yang tidak layak huni dan penggalangan dana sosial. Inilah agenda pertama yang harus dipikirkan Parmin beserta pengurus lainnya  untuk merumuskan rencana tindak lanjutnya.

Seiring berjalannya waktu Parmin dan warga telah berhasil melaksanakan dan mewujudkan satu demi satu dari dari agenda yang telah direncanakan tersebut.  Sumber dana didapat dari iuran warga, baik yang sifatnya iuran bulanan dan insidental, jasa dari pembayaran rekening listrik, juga didapat dari bantuan Pemerintah .

Parmin bahagia dan semakin bersemangat. Mungkin karena keberhasilan tersebut  Parmin juga diminta oleh pihak Desa untuk menjadi salah satu Pengurus Pembangunan di desa tersebut. Bertambahlah kegiatan sosial kemasyarakatan Parmin.

Di sepanjang kepemimpinannya Parmin juga mengalami hal-hal menarik yang tidak terlupakan. Salah satunya adalah ketika membagi bantuan beras untuk warga miskin, yang dinilai warga tidak adil.

Di suatu pagi.

“Maunya Pak RT (sebutan untuk Parmin) apa sih? yang diurus hanya tetangganya saja, kena apa saya tidak diberi?”,  kata Ibu Ning, dengan nada meninggi.

“Ya…. giliran yang lain, untuk ibu sekarang tidak dapat, giliran bulan depan nanti, Ibu Ning menerima lagi”, jawab Parmin dengan tenang.

“Ya… tidak bisa, saya ini kan orang miskin”, kata Ibu Ning menggerutu, sambil berjalan pulang.

Rupanya kejadian ini membuat Parmin merasa bersalah, Parmin berfikir keras, bagaimana menjelaskan kepada warga, bahwa jatah bantuan beras untuk warga miskin dari Pemerintah itu kurang. Beberapa hari kemudian Parmin mendapat jalan keluar, diundanglah seluruh warga miskin yang ada di lingkungannya, dan berkumpullah warga miskin (diwakili oleh ibu-ibu) di rumah Parmin sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Parmin memulai rapat, setelah basa-basi sebentar  kemudian:

“Kepada Ibu-Ibu semua saya mohon maaf kalau selama ini saya dianggap tidak adil dalam menangani pembagian bantuan beras dari Pemerintah, alasan saya karena jumlah warga yang seharusnya mempunyai hak dapat jatah bantuan  beras, tetapi kenyataannya tidak menerima”, Parmin mengemukakan pendapatnya.

“Kalau cara saya kemarin dianggap ibu-ibu tidak adil, maka pada saat ini saya minta pendapat Ibu-ibu , bagaimana sebaiknya , agar pada saat pembagian beras bulan depan dan seterusnya bisa dikatakan adil”, Parmin meneruskan pembicaraannya.

“Namun demikian, sebelum disepakati, saya minta kepada ibu-ibu untuk menyebutkan siapa saja yang perlu mendapat bantuan beras dari Pemerintah tersebut, selain ibu-ibu yang hadir pada saat ini”, kata Parmin lagi.

Ibu-ibu saling pandang diantara mereka, kemudian menyebut dua nama yang harus masuk daftar penerima bantuan beras dari Pemerintah.

“Sudah, sudah tidak ada lagi”, kata Parmin.

“Sudah Pak”, jawab ibu-ibu hampir bersamaan.

“Berarti jumlah keseluruhan warga yang berhak atas bantuan beras dari Pemerintah sebanyak 16 kepala keluarga”, Kata Parmin lagi.

“Betul Pak” jawab ibu-ibu.

“Nah ….. sekarang untuk bisa mendapat jatah bantuan beras, hanya ada 4 kupon, berarti hanya bisa mengambil 4 kantong beras, bagaimana menurut ibu-ibu?”, Parmin melontarkan pertanyaan.

Seperti kena hipnotis, ibu-ibu yang hadir dalam rapat terdiam semua, mungkin dalam hati mereka, menyesal, karena selama ini telah menyalahkan Parmin tanpa mau tahu alasannya.

“Begini saja Pak, karena jumlah kupon hanya ada 4 dan warga yang harus menerima bantuan beras ada 16, bagaimana kalau 16 orang ini dibagi menjadi 4 kelompok, jadi masing-masing kelompok mendapat satu kupon”, usul Ibu Edy.

“bagaimana menurut ibu-ibu yang lain”, Parmin mencoba mengembalikan usulan Ibu Edy untuk ditanggapi sendiri oleh ibu-ibu.

“Setuju……………….” jawab ibu-ibu, serentak.

Disalin dari : http://khoirulilmawan.com

Maret 28, 2011 - Posted by | Masalah Sosial |

2 Komentar »

  1. Cerdas dan bijaksana mas Pak RT nya :-):-)

    Komentar oleh Joko Setiawan | Juli 20, 2011 | Balas

    • Cerita ini aku muat barang kali bisa menimbulkan inspirasi buat pembaca

      Komentar oleh peduliku | Juli 22, 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: