Pekerja Sosial Tuban

masalah sosial – pekerjaan sosial – ilmu sosial

Aksi Seorang Gelandangan

Beberapa waktu yang lalu seorang Petugas Sosial sedang melintas di jalan wilayah Kecamatan Parengan, dengan tanpa sengaja Petugas Sosial tersebut melihat seorang laki-laki setengah baya (sebut saja Mister X) tergeletak di pinggir jalan. Petugas Sosial tersebut turun dari kendaraannya kemudian mendekati dan mengamati Mister X tersebut. Setelah yakin bahwa Mister X perlu ditolong, maka Petugas Sosial segera membawanya ke Rumah Sakit.

Petugas Sosial menyerahkan Mister X ke Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Tuban untuk mendapatkan perawatan. Setelah dirawat di Rumah Sakit, Mister X dinyatakan memiliki kelainan jiwa maka harus dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa. Sekitar satu minggu dirawat di Rumah Sakit dan sudah dinyatakan cukup sehat, Petugas Sosial kemudian membawa Mister X ke Rumah Sakit Jiwa yang berada di Ibu Kota Provinsi. Setelah semua persyaratan dicukupi, berangkatlah Petugas Sosial membawa Mister X ke Rumah Sakit Jiwa.

Sesampainya di Rumah Sakit Jiwa, Petugas Sosial kemudian menyerahkan Mister X ke Petugas Rumah Sakit Jiwa. Selanjutnya Petugas Rumah Sakit Jiwa memeriksa kondisi fisik Mister X, beberapa saat kemudian Petugas Rumah Sakit Jiwa menyatakan bahwa Mister X belum bisa diterima, dengan alasan belum cukup sehat. Petugas Sosial pasrah dengan keputusan ini, kemudian Petugas Sosial membawa pulang Mister X dan menyerahkan kembali ke Rumas Sakit Umum Daerah Tuban untuk mendapatkan perawatan selanjutnya.

Untuk kedua kalinya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuban  menerima dan merawat Mister X ini. Petugas Rumah Sakit berusaha semampunya dengan harapan Mister X ketika di kirim kembali ke Rumah Sakit Jiwa Tidak ditolak lagi. Satu minggu kemudian setelah berkoordinasi antara Petugas Sosial dan Petugas RSUD Tuban, sepakat untuk mengirim kembali Mister X ke Rumah Sakit Jiwa.

Dengan di kawal Staf Dinas Sosial dan Staf RSUD, Mister X esok harinya tiba di Rumah Sakit Jiwa, seperti pada pengiriman yang pertama, Petugas Rumah Sakit Jiwa memeriksa kondisi Mister X. Dengan sangat menyesal untuk yang kedua kalinya Mister X tidak bisa diterima, dengan alasan Mister X tidak bisa bicara dan tidak bisa berjalan, dan ini menyulitkan saat dilakukan terapi nanti.

Tidak habis mengerti, tetapi kedua Staf ini menyadari karena memang selama dirawat di (RSUD) Tuban Mister X tidak mau/tidak bisa bicara dan berjalan. Seluruh aktifitas Mister X dilakukan di atas tempat tidur, termasuk buang air besar maupun kecil. Tanpa pikir panjang, kedua Staf ini membawa Mister X pulang kembali. Ditengah perjalanan di tempat yang agak sepi, Sopir menghentikan kendaraan, tidak tahu apa yang mau dilakukan Pak Sopir ini? tetapi tiba-tiba Mister X membuka pintu kemudian turun dari mobil dan menutup pintu mobil itu kembali. Dengan tenang Mister X berjalan menjauh dari mobil Petugas, seolah-olah tidak ada sesuatu yang pernah terjadi.

Sementara yang berada di dalam mobil tertegun cukup lama melihat adegan yang dilakukan oleh Mister X ini, sampai hilang dari pandangan. Tanpa bicara, mereka saling pandang kemudian tancap gas, pulang………..

Disalin dari: http://khoirulilmawan.com

Januari 28, 2011 - Posted by | Masalah Sosial |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: