Pekerja Sosial Tuban

masalah sosial – pekerjaan sosial – ilmu sosial

Karti dipulangkan dari panti rehabilitasi

Karti (sebut saja begitu) adalah seorang remaja cacat mental, terlahir dari seorang ibu miskin yang tinggal di sebuah desa terpencil jauh dari keramaian kota dan ayah tidak diketahui ceritanya. Karti tidak mendapatkan pendidikan khusus untuk penyandang cacat mental. Oleh karena tidak ada akses ke lembaga pendidikan yang dibutuhkan Karti, maka Karti hanya dibesarkan dan dididik oleh Minah, ibunya sendiri yang nota bene tidak mengetahui bagaimana mendidik anak yang mengalami cacat mental, kecuali hanya merawatnya saja, seperti umumnya merawat anak-anak di desa itu.

Meskipun cacat mental, Karti telah tumbuh menjadi remaja yang cantik, bertubuh indah, kulit putih, bersih, yang langka dijumpai pada remaja pada umumnya di desa itu, rata-rata berkulit coklat. Begitulah setidaknya yang ada dipikiran Bejo (raja tega). Sampai pada suatu ketika Bejo tidak mampu menahan hawa nafsunya, terjadilah sesuatu yang tidak diinginkan oleh siapapun kecuali oleh bejo sendiri, Bejo memperkosa Karti . tanpa belas kasihan dan mengulanginya di lain waktu. Sampai pada akhirnya Karti hamil.

Ibu Minah jadi bingung ketika menyadari kalau Karti telah hamil, “Siapa yang telah tega menghamili anakku? orang macam apa dia?” gumam Ibu Minah sambil menangis tidak tahu harus berbuat apa?  “Siapa yang memperkosa kamu?”,Tanya  Ibu Minah kepada Karti. Karti tidak menjawab, pandangannya kosong, sesekali tersenyum. Itulah ekspresi yang bisa dilakukan Karti, Karti hanya bisa tersenyum. Karti tidak mampu menyadari apa yang terjadi pada dirinya, seakan asyik dengan dunianya.

Setelah masanya tiba, Karti melahirkan seorang bayi yang lucu berkulit putih bersih. Namun malang benar nasib keluarga ini, setelah bayi menginjak umur satu tahun, tanda-tanda kelainan pada bayi ini mulai tampak. Keadaan bayi  seperti ibunya, ada indikasi kuat terlahir sebagai anak cacat mental, tangan dan kaki bergerak terus seperti tidak ada rasa lelah.

Relawan Sosial mengetahui Kondisi Karti seperti ini ketika bayi berumur satu tahun. Akhirnya Relawan Sosial ini mengupayakan perawatan bagi Karti dan bayinya. Mulailah Relawan Sosial ini melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa, Kecamatan, Dinas Kesehatan, dan terutama Dinas Sosial. Setelah segala persyaratan yang diminta oleh Panti Rehabilitasi selesai diurus, maka berikutnya Relawan Sosial membawa Karti dan bayi ke tempat rehabilitasi dengan diantar oleh seorang dokter muda yang bertugas di Pusat Kesehatan Masyarakat. Akhirnya Karti diterima di tempat Rehabilitasi, sedangkan anaknya dititipkan di Panti Penitipan Anak.

Beban ibu Minah seakan menjadi ringan, meskipun harus menahan rasa iba dan kangen yang mendalam, semua pihak juga merasa lega karena merasa sudah berhasil membantu meringankan beban keluarga ini. Sampai tiga bulan berikutnya ibu Minah dikejutkan oleh pulangnya Karti bersama petugas dari tempat rehabilitasi. Ibu Minah tampak gembira juga tampak terheran-heran.

“Mengapa Karti dipulangkan?” Ibu Minah bertanya kepada petugas.

“Sebab selama tiga bulan ini tidak ada keluarga yang menjenguk Karti, maka dengan terpaksa kami mengembalikan Karti ke Ibu Minah” jawab petugas, kemudian pamit pulang.

Ibu Minah hanya bisa diam dan berkata dalam hati “Bagaimana aku bisa menjenguk Karti? uang dari mana?  Sedangkan untuk makan saja aku kesulitan mencarinya.

Desember 12, 2010 - Posted by | Masalah Sosial |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: