Pekerja Sosial Tuban

masalah sosial – pekerjaan sosial – ilmu sosial

Pak Karyo dan Pak Adi

Pak Karyo berjalan tergesa-gesa menuju rumah Pak Slamet tetangga sekaligus teman dekatnya.

“Kang ….. kang ….. kang Slamet, sampean dimana?”, teriak Pak Karyo di depan pintu rumah Pak Slamet.

“Heh ….. ada apa? Pagi-pagi sudah teriak-teriak dirumah orang”, Pak Slamet menyahut dari dalam rumah.

“Hari ini Kang Slamet ada acara kemana?, kalau nggak ada acara aku mau pinjam motornya”, tanya Pak Karyo sambil kucek-kucek matanya yang masih belum melek beneran.

Rupanya Pak Karyo hari ini bangun kesiangan, belum sempat cuci muka apalagi mandi.

“Ealahh ….. itu motornya, Aku nggak ada acara kog”, Jawab Pak Slamet dengan santai.

“Kuncinya ada di atas TV”, Pak Slamet meneruskan bicaranya.

Pak Karyo lantas mengambil kunci di atas TV lalu …..

“Motornya aku bawa dulu ya kang …..”, pinta Pak Karyo.

“Yaa ….”, jawab Pak Slamet singkat.

Pak Karyo pulang kerumah sebentar untuk cuci muka lalu …..

“Bu ….. aku brangkat”, pamit Pak Karyo Kepada istrinya.

“Nggak sarapan dulu kang”, Tanya istri Pak Karyo.

“Nggak ….. sudah telat ini”, jawab Pak Karyo.

“Sebentar kang ….. kalau begitu aku bungkuskan saja ya ….. nanti dimakan ditempat kerja”, pinta Bu Karyo.

“Ya sudah aku tunggu”, jawab Pak Karyo.

“Ini kang sarapannya” Bu Karyo menaruhnya di stang motor.

“Terima kasih bu ….. aku berangkat dulu”, pamit Pak Karyo.

“Ya ….. hati-hati jangan ngebut loo…..”, jawab Bu Karyo.

Pak Karyo buru-buru berangkat ke lokasi kerja, di sebuah bukit kira-kira 3 km dari rumahnya, sebagai penambang batu phusfat.

Meskipun cuma sebagai kuli tambang, tetapi Pak Karyo termasuk orang yang rajin bekerja, dan tidak biasa telat ke lokasi kerjanya meskipun dengan jalan kaki.

Sesampainya di tempat kerja …..

“Maaf teman-teman ….. aku telat, habis bangun kesiangan sih”, sapa Pak Karyo Kepada teman-temannya yang sudah sampai duluan di lokasi kerja.

“ya ….. ndak apa-apa, itu alatnya, ayo cepet kerja”, sahut Pak Misdi.

Teman-teman Pak Karyo lainnya cuman senyum-senyum saja, sambil terus bekerja membelah batu.

Sampai jam hampir menunjukkan pukul 11.oo

“Perutku kog terasa perih ya…..”, gumam Pak Karyo.

Rupanya gumam Pak Karyo didengar oleh Pak Ali yang sedari tadi diam saja.

“Ada apa Pak Yo? Bicara yang jelas dong?”, sahut Pak Ali.

“Tidak tahu nih, kenapa perutku kog perih”, jawab Pak Karyo.

“Tadi pagi sudah sarapan apa belum?”, sahut Pak Jiman.

“oh ya … ya….. belum”, jawab Pak Karyo, baru ingat kalalu belum sarapan.

Gerrrrr …… semua pada tertawa.

“Makanya kalau mau kerja ya sarapan dulu biar perutnya tidak keroncongan” celetuk Mas Didik.

“Maaf teman-teman ….. aku sarapan dulu ya”, pamit Pak Karyo kepada teman-temannya.

Pak Karyo bergegas naik ke atas, maklum tempat kerja mereka berada di dalam gua.

Sesampainya di dekat motor, tiba-tiba …..

“Tolong ….. tolong …..’, teriak Pak Karyo.

Membuat kaget teman-temannya yang masih di dalam gua dan pada semburat keluar gua.

“Ada apa? ….. ada apa? …..”, teriak mereka hampir bersamaan.

Pak Karyo kali ini tidak bisa berkata-kata lagi hanya tangannya menunjuk kearah motor pinjaman tadi.

“Hah ….. “ semua pada terkejut melihat motor yang dibawa Pak Karyo sudah ringsek dibawah truck yang sarat muatan material. Rupanya motor itu terlindas truck yang diparkir dekat motor Pak Karyo yang ditinggal sopirnya istirahat di warung kopi di seberang jalan.  Tak seorangpun tahu bagaimana kejadiannya, termasuk sopir dan kenet truck tersebut. Semua yang ada disitu hanya bisa geleng-geleng kepala keheranan.

Pak Karyo hanya bisa meneteskan air mata tanpa bisa berbuat apa-apa, menerawang ke atas sambil berdoa lirih “Ya ….. Tuhan tolonglah aku”.

“ini gara-gara aku bangun kesiangan, akhirnya aku pinjam motor Pak Slamet yang baru dua bulan membayar angsuran kreditnya, bagaimana aku menghadapi Pak Slamet, mungkin Pak Slamet tidak marah, tapi aku tahu bahwa motor itu adalah motor kesayangannya dan telah diidam-idamkan Pak Slamet bertahun-tahun, baru dua bulan dia nikmati sekarang motor itu rusak berat tidak mungkin bisa diperbaiki, bagaimana aku mengatakannya”, sesal Pak Karyo.

Teman-teman Pak Karyo sibuk mengeluarkan motor dari bawah truck, dan Pak Puji teman Pak Karyo lainnya mengambil inisiatif untuk menelepon Pak Adi, si penyewa lahan tersebut dan menceritakan apa yang barusan terjadi.

Tidak berapa lama Pak Adi datang dan ….. bruk ….. Pak Karyo menubruk Pak Adi sambil melingkarkan tangannya erat-erat di tubuh Pak Adi .

“Pak tolong aku Pak …..aku siap dipotong gaji”, Pak Karyo memelas.

Pak Adi adalah termasuk pengusaha galian phuspat yang bertanggung jawab dan murah hati, tetapi nasibnya saja yang belum beruntung. Ternyata Pak Adi juga sedang dilanda banyak musibah. Melihat kejadian ini badan Pak Adi menjadi lemas serasa kehilangan tulang-tulangnya.

Pak Adi terdiam cukup lama, pikirannya berkecamuk antara urusan pribadi yang banyak masalah ditambah lagi masalah pekerjanya …. dan  … tiba-tiba…..

“Sudah ….. sudah ….. sana ….. Pak Slamet diajak ke dealer untuk mengambil kendaraan lagi”’ perintah Pak Adi tanpa pikir panjang kepada Pak Karyo.

Seketika itu Pak Karyo melepaskan tangannya dari tubuh Pak Adi dan bergegas pulang naik ojek. Tampaknya sudah lupa dengan perutnya yang keroncongan mungkin saja saking senangnya sudah mendapat jalan keluar.

Sekarang gantian Pak Adi yang pikirannya mumet, lantas merebahkan badannya begitu saja di tanah sambil berguman “Bagaimana Pak Karyo bisa melunasi hutang-hutangnya, untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja susah, kapan selesainya”. Sampai akhirnya Pak Adi tertidur pulas di atas tanah dan dikipasi oleh semilir angin. Rupanya Pak Adi benar-benar capek, capek pikiran jug badannya.

Dan khabarnya beberapa hari yang lalu Pak Adi harus berurusan dengan Pak Polisi gara-gara habis menghajar seorang direktur perusahaan, dimana sang direktur tersebut punya tanggungan kepada Pak Adi dan sudah jatuh tempo tetapi kalau ditagih selalu saja menunda-nunda pembayarannya.

Juli 12, 2010 - Posted by | Masalah Sosial |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: