Pekerja Sosial Tuban

masalah sosial – pekerjaan sosial – ilmu sosial

Program Keluarga Harapan di Kabupaten Tuban

Program Keluarga Harapan (PKH) adalah salah satu program percepatan penanggulangan kemiskinan dan pengembangan system Jaminan Sosial yang diluncurkan oleh Pemerintah mulai tahun 2007. Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program yaang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), yang mewajibkan RTSM memenuhi persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kwalitas sumber daya manusia (SDM), yaitu pendidikan dan kesehatan. Dari sisi kebijakan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) adalah merupakan cikal bakal pengembangan sistem perlindungan sosial, khususnya bagi keluarga miskin.

Tujuan Umum

Tujuan umum dari Program Keluarga Harapan (PKH) adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan jangkauan atau aksesibilitas masyarakat tidak mampu terhadap pelayanan publik, khususnya pendidikan dan kesehatan.

Tujuan Khusus

  • Meningkatkan kondisi sosial ekonomi RTSM;
  • Meningkatkan taraf pendidikan anak-anak RTSM;
  • Meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil, ibu nifas, dan anak dibawah umur 6 tahun RTSM;
  • Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan RTSM.

Ketentuan Penerima Bantuan

  • Penerima bantuan PKH adalah RTSM terpilih sebagai peserta PKH yang memiliki anggota keluarga yang terdiri dari anak usia 0 – 15 tahun dan ibu hamil, ibu nifas.
  • Agar penggunaan bantuan dapat lebih efektif diarahkan untuk peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan dan bantuan harus diterima oleh ibu atau wanita dewasa yang mengurus anak pada rumah tangga yang bersangkutan (bisa nenek, tante/bibi, atau kakak perempuan).
  • Kartu kepesertaan PKH mencantumkan nama ibu/wanita yang mengurus anak.

Pengecualian dari ketentuan di atas dapat dilakukan pada kondisi tertentu dengan mengisi formulir pengecualian di Unit Pelaksana  Program Keluarga Harapan (UPPKH) kecamatan yang harus diverifikasi oleh Ketua RT setempat dan pendamping PKH.

Kewajiban Penerima PKH Berkaitan dengan Pelayanan Kesehatan

  • RTSM yang ditetapkan sebagai peserta PKH diwajibkan melakukan persyaratan berkaitan dengan kesehatan jika terdapat anggota keluarga yang terdiri dari anak usia 0 – 1 tahun dan ibu hamil/nifas.
  • Apabila anak usia 6 tahun yang telah masuk sekolah dasar, maka RTSM tersebut mengikuti persyaratan berkaitan dengan pendidikan.
  • Peserta PKH dengan anak usia 0 – 6 tahun dan atau ibu hamil akan menerima bantuan uang tunai dan anggota keluarga RTSM diwajibkan mengikuti persyaratan seluruh protokol pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan.

Rincian Protokol pelayanan kesehatan dan rincian besarnya uang tunai adalah sebagai berikut :

Anak usia 0 – 6 tahun, yaitu:

  • Anak usia 0 – 11 bulan harus mendapatkan imunisasi lengkap (BCG, DPT, Polio, Campak, Hepatitis B) dan ditimbang berat badannya secara rutin setiap bulan;
  • Anak usia 6 – 11 bulan harus mendapatkan Vitamin A, minimal sebanyak 2 (dua) kali dalam setahunnya yaitu bulan Pebruari dan Agustus;
  • Anak usia 12 – 59 bulan perlu mendapatkan imunisasi tambahan dan ditimbang berat badannya secara rutin setiap 3 (tiga) bulan;
  • Anak usia 5 – 6 tahun ditimbang berat badannya secara rutin setiap 3 (tiga) bulan untuk dipantau tumbuhkembangnya dan atau mengikuti Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) apabila di lokasi/posyandu terdekat terdapat fasilitas PAUD.

Ibu hamil dan ibu nifas

  • Ibu hamil harus memeriksakan kehamilannya di fasilitas kesehatan sebanyak 4 (empat) kali dan mendapat suplemen tablet Fe;
  • Ibu melahirkan harus ditolong oleh tenaga kesehatan;
  • Ibu nifas harus melakukan pemeriksaan kesehatannya minimal 2 (dua) kali sebelum bayi berusia 28 hari.

Kewajiban Penerima PKH Berkaitan dengan Pelayanan Pendidikan

  • RTSM yang ditetapkan sebagai peserta PKH diwajibkan melakukan persyaratan berkaitan dengan pendidikan jika terdapat anak yang berusia 6 – 15 tahun;
  • Peserta PKH diwajibkan untuk mendaftarkan anaknya ke SD/MI atau SMP/MTs (termasuk SMP/MTs Terbuka) dan mengikuti kehadiran di klas minimal 85 % dari hari sekolah dalam sebulan selama tahun ajaran berlangsung;
  • Jika dalam RTSM terdapat anak antara usia 15 – 18 tahun namun belum menyelesaikan pendidikan dasar, maka RTSM tersebut dapat menjadi peserta PKH apabila anak tersebut didaftarkan di sekolah terdekat atau mengambil pendidikan kesetaraan (Paket A setara SD/MI, Paket B setara SMP/MTs, atau Pesantren Salafiyah) yang menyelenggarakan program wajar Pendidikan Dasar 9 Tahun) dengan mengikuti ketentuan yang berlaku;
  • Apabila anak yang bersangkutan bekerja/pekerja anak, maka sekolah terdekat atau fasilitas-fasilitas belajar dan fasilitas-fasilitas sosial memfasilitasi program remedial untuk mempersiapkannya mengikuti pelajaaran;
  • Apabila anak dengan usia 15 – 18 tahun masih buta aksara, maka diwajibkan untuk mengikuti pendidikan keaksaraan fungsional di fasilitas terdekat;
  • Apabila dalam RTSM peserta Program PKH terdapat ibu hamil/nifas dan atau anak dengan usia kurang dari 15 tahun (antara 15 – 18 tahun namun belum menyelesaikan pendidikan dasar) tetap dapat menerima uang tunai sesuai ketentuan yang berlaku dengan memenuhi kewajiban terkait dengan kesehatan dan pendidikan.

Besaran bantuan untuk setiap RTSM peserta PKH mengikuti sekenario bantuan yang disajikan pada tabel berikut ini:

Skenario Bantuan Bantuan per RTSM per tahun (Rp.)
Bantuan Tetap 200.000,-
Bantuan bagi RTSM yang memiliki:
Anak usia di bawah 6 tahun 800.000,-
Ibu hamil/menyusui 800.000,-
Anak usia SD/MI 400.000,-
Anak Usia SMP/MTs 800.000,-
Rata-rata bantuan per RTSM 1.390.000,-
Bantuan minimal per RTSM 600.000,-
Bantuan maksimal per RTSM 2.200.000,-

Variasi komposisi Anggota keluarga dan Jumlah Bantuan

Contoh Komposisi Anggota RTSM

Jumlah bantuan maksimum per tahun (Rp.)

Jumlah bantuan maksimum per triwulan (Rp.)

Contoh 1 1 anak atau lebih usia 0 – 6 tahun 1.000.000,- 250.000,-
Contoh 2 1 anak atau lebih usia 0 – 6 tahun dan ibu hamil 1.000.000,- 250.000,-
Contoh 3 Ibu hamil tanpa anak 1.000.000,- 250.000,-
Contoh 4 1 anak SLTP dan 2 anak SD usia 6 – 15 tahun dan terdaftar di sekolah 1.800.000,- 450.000,-
Contoh 5 Anak usia 0 – 6 tahun dan 3 anak SD 2.200.000,- 550.000,-
Contoh 6 Anak usia 0 – 6 tahun dan 1 anak SD dan 1 anak SMP 2.200.000,- 550.000,-
Contoh 7 Anak usia 0 – 6 tahun, 2 anak SMP, atau 1anak SMP dan lebih dari 4 anak SD; atau anak usia 0 – 6 tahun dan 2 anak SD dan 1 anak SMP; atau kombinasi lain yang melebihi batas maksimum bantuan 2.200.000,- 550.000,-

Apabila peserta PKH tidak memenuhi komitmennya dalam satu triwulan, maka besaran bantuan yang diterima akan berkurang dengan rincian sebagai berikut:

  • Apabila peserta PKH tidak memenuhi komitmennya dalam satu bulan, maka bantuan akan berkurang sebesar Rp. 50.000,-
  • Apabila peserta PKH tidak memenuhi komitmennya dalam dua bulan, maka bantuan akan berkurang sebesar RP. 100.000,-
  • Apabila peserta PKH tidak memenuhi komitmennya dalam tiga bulan berturut-turut, maka tidak akan menerima bantuan dalam satu periode pembayaran.

Ketentuan di atas berlaku secara tanggung-renteng untuk seluruh anggota keluarga penerima bantuan PKH.

Berikut ini adalah rincian realisasi bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Tuban tahun 2010. Tersebar di 11 kecamatan dari 20 kecamatan yang ada yaitu : Kecamatan Tuban, Kecamatan Jenu, Kecamatan Tambakboyo, Kecamatan Jatirogo, Kecamatan Kenduruan, Kecamatan Bangilan, Kecamatan Singgahan, Kecamatan Parengan, Kecamatan Rengel, Kecamatan Grabagan dan Kecamatan Widang.   :

Pencairan Dana Bantuan PKH Tahap I (triwulan I)
Alokasi Realisasi
Sasaran (KK) Jumlah Dana (Rp.) Sasaran (KK) Jumlah Dana (Rp.)
12.052 3.412.300.000,- 12.025 3.405.550.000,-

Juni 14, 2010 - Posted by | Usaha-Usaha Kesejahteraan Sosial |

8 Komentar »

  1. sya mo mengomentari msalah program ni,,
    didaerah saya dijakarta timur khususnya dikp.pertanian utara rt010/001
    memang sdh dijlankan program ni,tpi nyatanya program ni mnurut saya kurang adil,karena pembagiannya tu kurang adil,kebanyakan keluarga yg seharusnya tdk pantas untuk mendapatkan bantuan ni mereka malahan dapat,sedangkan yg benar – benar mereka membutuhkan bantuan untuk biaya sekolah tersebut bahkan mereka ada yang yatim piatu dia tidak dapat/terdata.
    ada anak – anak mereka yg semuanya sudah pada berkeluarga dan lulus sekolah mereka malahmendapatkan bantuan tersebut,sehingga itu disia2kan.
    ada anak yang sudah putus sekolah bahkan mereka pada kerja(belum menikah) mereka mendapatkan dana tersebut,sedangkan anak yg msih meneruskan sekolah dan kurang mampu yatim mereka tidak dapat.
    ada keluarga yang mampu dibandingkan keluarga sekitarnya mereka malahan tedata dibanding keluarga yg kurang mampu disekitarnya tdk terdata.

    dan saya mo menanyakan kenapa dana tersebut hanya bisa dibagikan untuk anak balita,anak sd,dan anak smp??
    sedangkan anak sma/smk tu justru yg sangat membutuhkan biaya sekolah,karena didki jakarta itukan sudah diwajibkan wajib belajar 9 tahun dan sudah digratiskan sampai smp,
    kenapa tidak diutamakan yang sma?
    sedangkan anak banyak yang putus sekolah,hanya bisa melanjutkan sampai smp saja,karna tidak mampu melanjutkan sma karna terbentur biaya dan keperluan sekolah

    saya harap komentar dan pertanyaan saya dijawab dan ditanggulangi,dan saya minta maaf kalau bahasa saya terbelit2 tlg dimaklumkan karena saya masih pelajar.

    kurang lebihnya saya ucapkan terima kasih

    Komentar oleh dian | Juli 9, 2010 | Balas

  2. Buat Adik Dian
    Pertama-tama aku ucapin terima kasih telah mampir di blog aku dan mau menuliskan komentar disini.
    tanggapan saya:

    Pertama
    Memang sasaran program ini diperuntukkan kepada orang-orang yang saya sebut di tulisan saya. Adapun jika terjadi ketidakadilan atau salah sasaran itu semata-mata karena data. itulah sebabnya mengapa program ini mengangkat Pendamping PKH, yang salah satu tugas utamanya adalah menverifikasi data calon penerima program PKH. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pelaksanaan Program PKH ini tepat sasaran.
    Untuk lebih jelasnya bisa menanyakan langsung ke Pendamping PKH di daerah adik atau bisa datang ke sekretariat PKH di Kota Adik Dian. Karena setiap bulan selalu ada perbaikan/pembaharuan data, Pastinya untuk salah sasaran itu tidak boleh terjadi apalagi berulang-ulang.

    Kedua
    Ketentuan sasaran program ini secara nasional untuk pendidikan memang sampai dengan tingkat smp saja, itupun belum merata ke seluruh pelosok Indonesia. Sebagai gambaran di Kabupaten Tuban Jawa Timur terdiri dari 20 kecamatan, yang bisa menikmati program PKH ini baru 11 Kecamatan dan 9 kecamatan masih menunggu belum ada kepastian kapan dapatnya. Seandainya bisa menjangkau seluruh kecamatan yang ada saja aku sudah bersyukur, apalagi lebih dari itu

    Demikian tanggpan aku, semoga Adik Dian Puas, jika masih penasaran silahkan menulis kembali.

    Terima kasih🙂

    Komentar oleh peduliku | Juli 10, 2010 | Balas

  3. kira-kira untuk kabupaten Tuban ada penambahan RTSM atau tidak. Karena saya melihat bahwa banyak sekali RTSM yang belum tercover PKH (khususnya kecamatan Widang) padahal kondisinya dibawah para peserta PKH yang sudah berjalan ini. Mohon info dan makasih.

    Komentar oleh jojo | Agustus 2, 2010 | Balas

    • Terima kasih buat Saudara Jojo yang telah sudi memberi komentar di blog ini.
      Penambahan RTSM peserta PKH sekarang sedang diusulkan untuk tahun 2011 termasuk 9 kecamatan yang belum mendapat PKH, semoga berhasil.
      terima kasih atas perhatiannya.

      Komentar oleh peduliku | Agustus 3, 2010 | Balas

  4. mudah-mudahan aja, orang-orang miskin mendapat bantuan seterusnya

    Komentar oleh Fachrur Rozi | Oktober 14, 2010 | Balas

    • Amien yaa . . . Robbal ‘alamien.

      Komentar oleh peduliku | Oktober 14, 2010 | Balas

  5. di ds. prunggahan kulon, brtpatan di Rt.02/07.. beberapa hari ini ada seorang nenek yang lumpuh, tgal di pos keaman desa.byk warga masyarakat di sana merasa kasian…melihat keadaan nenek itu…
    adakah perhatian dari pemda untuk nenek tersebut….?

    Komentar oleh candra | Oktober 23, 2010 | Balas

    • Agar nenek tersebut cepat tertangani tolong koordinasikan dengan pihak desa untuk segera melaporkan ke Dinas Sosial. Jika keadaannya sekarang disebabkan oleh pengaruh kesehatan maka tolong dilaporkan ke pihak kesehatan (bidan desa/PUSKESMAS) untuk di cek dan dipulihkan kesehatannya terlebih dahulu sebelum dikirim ke Dinas Sosial.
      Demikian kami mengharap kerjasama dari Saudara Candra.

      Komentar oleh peduliku | Oktober 25, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: