Pekerja Sosial Tuban

masalah sosial – pekerjaan sosial – ilmu sosial

Pekerjaan Sosial

Pekerja Sosial banyak meluangkan waktu untuk menyebarkan pengetahuan dan menciptakan jalur hubungan agar program yang menjadi tanggung jawab dapat dijangkau dan dimanfaatkan oleh setiap warga masyarakat yang menjadi sasaran program. Melalui kegiatan ini maka perorangan, keluarga dan masyarakat dapat memanfaatkan sumber yang terdapat di masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Setiap pekerja sosial profesional harus mengetahui tentang praktek pekerjaan sosial secara umum, walaupun pada kenyataan sehari-hari bentuk operasionalnya yang konkrit berbeda dan bersifat spesifik karena disesuaikan dengan jenis masalah, keadaan kelayan, situasi yang berbeda dengan tingkatan-tingkatan sistem target-target yang ditentukan.

Pengertian Pekerjaan Sosial

Menurut Pincus dan Anne Minahan

Pekerjaan Sosial adalah suatu bidang keahlian yang mempunyai tanggung jawab untuk memperbaiki dan atau mengembangkan interaksi antara orang/sekelompok orang dengan lingkungan sosial mereka sehingga memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugas kehidupan, mengatasi kesulitan dan mewujudkan aspirasi serta nilai-nilai mereka.

Fungsi dan Tugas Pekerjaan Sosial

Pekerjaan sosial merupakan tugas pertolongan profesional yang memiliki tugas pokok yaitu membantu orang untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dengan jalan memberikan kemungkinan agar dapat menjalankan fungsi sosialnya secara optimal.

Dengan demikian fungsi pekerjaan sosial dapat dirumuskan sebagai berikut:

  • Mengembangkan, memelihara dan memperkuat sistem kesejahteraan sosial sehingga sistem ini dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia;
  • Menjamin tingkat kesejahteraan yang wajar/memadai bagi semua orang;
  • Memberikan kemungkinan kepada orang agar dapat berfungsi secara optimal dalam peranan status sosial mereka;
  • Menyokong dan memperbaiki tertib sosial serta struktur lembaga masyarakat.

Prinsip Umum Pekerjaan Sosial

  • Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia;
  • Pengakuan adanya persamaan kesempatan;
  • Hak individu untuk menentukan jalan/cara hidupnya sendiri;
  • Setiap orang mempunyai tanggung jawab sosial.

Kode Etik Pekerjaan Sosial

Kode etik merupakan pedoman yang dijadikan sebagai standar perilaku para pekerja sosial yang berisikan nilai-nilai, prinsip-prinsip, aturan profesi pekerjaan sosial yang dijadikan pedoman bagi anggotanya. Penetapan kode etik ditujukan  untuk menjamin kompetensi pelayanan profesional meningkatkan mutu pelayanan sosial dan melindungi penerima pelayanan sosial.

Prinsip-prinsip pekerjaan sosial dituangkan dalam kode etik profesi, dalam bentuk petunjuk dan kewajiban.

Adapun kode etik pekerja sosial adalah:

  • Pekerja sosial mengutamakan tanggung jawab melayani kesejahteraan individu atau kelompok yang meliputi kegiatan perbaikan kondisi sosial.
  • Pekerja sosial mendahulukan atau mengutamakan tanggung jawab profesi daripada kepentingan pribadi.
  • Pekerja sosial tidak membeda-bedakan latar belakang keturunan, warna kulit, agama, umur, jenis kelamin, warga negara dan berusaha mencegah serta menghapuskan diskriminasi dalam memberikan pelayanan, dalam tugas serta dalam praktek-praktek kerja.
  • Pekerja sosial melaksanakan tanggung jawab demi mutu dan keleluasaan pelayanan yang diberikan.

Sumber: Pedoman Pekerjaan Sosial (Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur)

6 Komentar »

  1. sebagai seorang relawan ada baiknya kita juga harus waspada terhadap praktik penyalahgunaan kewenangan, untuk teman -teman tksk terutama. kita bekerja secara sukarela dengan tali asih 250.000. ada baiknya kita juga sadar bahwa apa yang telah kita lakukan selama ini ada kemungkinan kita (TKSK) hanya dijadikan sebagai kran terbukanya pintu pengeluaran dana – dana tidak jelas. ini terbukti, dari keinginan kita (TKSK) untuk membuat adanya wadah, selalu mendapat benturan dari pihak propinsi dan tiada angin segar yang kiranya berupa dukungan akan segera terbentuk. semakin nasib kita tidak jelas maka semakin banyak dana – dana tidak jelas akan keluar. lantas apa bedanya kita (TKSK) dengan Nazaruddin? ini hanya sebagai bahan renungan kita, bahwa kalau kita memiliki wadah, maka, sy yakin kita akan semakin kuat untuk melakukan dobrakan akan kejelasan nasib kita.. jangan sungkan – sungkan, yang senasib dengan kita ada di seluruh Indonesia. kita bukan korban proyek abal -abal!

    Komentar oleh orang yang senasib dengan TKSK | Agustus 14, 2011 | Balas

    • Alhamdulillah apapun alasannya yang jelas mulai tahun ini di Kabupaten Tuban, TKSK telah mendapat bantuan transport Rp. 200.000,00/bulan dari dana APBD. Semoga hal ini menjadi titik tolak dimulainya perhatian serius atas keberadaan TKSK sebagai ujung tombak pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial di daerah disamping komponen lainnya, amien.

      Komentar oleh peduliku | Agustus 16, 2011 | Balas

  2. bagaimana pengembangan Pekerja Sosial Koreksional guna pendampingan ABH
    ( Anak Bermasalah dengan hukum ) bekerjasama dengan BAPAS disekitar wilayah anda

    Komentar oleh Jheliteng Ireng | Oktober 3, 2011 | Balas

    • Wah . . . . . belum ada nich, sepanjang yang saya tahu sampai saat ini baru ada dua kasus (1 PRT dan 1 traficking).

      Komentar oleh peduliku | Oktober 6, 2011 | Balas

  3. ASSALAMU ALAIKUM…PERKENALKAN PEKERJA SOSIAL KEC.MARUSU KAB.MAROS IKUT BERGABUNG

    Komentar oleh pekerja sosial kec.marusu kab.maros | Februari 9, 2012 | Balas

    • wa’alaikum salam . . . . . dipersilahkan.

      Komentar oleh peduliku | Februari 13, 2012 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: